MINUT, Perspektif Kawanua – Warga di perbatasan Desa Kaima- Treman dan Treman-Kawiley di wilayah Minahasa Utara mengeluhkan menumpuknya sampah-sampah rumah tangga di perbatasan sepanjang jalan, drainase dan lahan kosong.
Sampah diperbatasan selalu menjadi konflik terkait desa mana yang bertanggung jawab untuk membersihkannya.
Bagi warga sekitar kondisi ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti bau tak sedap, berkembangnya bakteri dan pencemaran lingkungan.
“Kami tidak tahu siapa yang harus membersihkan dan yang bertanggung jawab” kata Romi warga setempat.
Warga menyarankan agar ada kerja sama antar desa perbatasan dengan membuat perjanjian bersama, mengawasi, mengedukasi masyarakat, menempatkan tempat sampah di titik-titik strategis perbatasan dan menetapkan jadwal pengangkutan rutin. Tentunya dengan adanya koordinasi yang baik, maka masalah sampah di perbatasan bisa diatasi. (YM).

Tinggalkan Balasan