MANADO, Perspektif Kawanua – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 ini akan datang lebih awal di bulan april dan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Kondisi ini berpotensi terjadi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut prakiraan fenomena yang disebut Godzilla El Niño terjadi karena peningkatan suhu permukaan laut dan dinamika atmosfer global yang memanas drastis. Fenomena ini berpotensi memicu kemarau lebih panjang, suhu udara lebih panas dan minim hujan.
Diperkirakan sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami kekeringan, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada curah hujan akan kebutuhan air bersih dan pertanian. Di sektor pertanian terancam penurunan dan gagal produksi.
Di wilayah Sulawesi Utara BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan datang lebih awal di bulan April. Dan puncak kemarau bisa terjadi pada bulan Juli hingga bulan.
Pemerintah Daerah Sulawesi Utara mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti menghemat penggunaan air, menjaga sumber air bersih, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga juga dihimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna menghindari risiko yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan