MANADO, Perspektif Kawanua –Peperangan antara sekutu Amerika Serikat-Israel dan Iran telah memicu konflik di kawasan Timur Tengah. Perang terbuka sejumlah wilayah diprediksi terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan tersebut, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan politik global.

Kawasan Timur Tengah adalah pusat produksi energi dunia terbesar. Gangguan distribusi minyak akibat konflik perang menyebabkan lonjakan harga energi di pasar internasional berdampak pada banyak negara.

Bagi Indonesia, yang akan terjadi beberapa minggu kedepan antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak, peningkatan biaya impor energi, kenaikan harga barang, tekanan nilai tukar rupiah dan inflasi dalam negeri.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa upaya diplomasi internasional adalah kunci terbaik mengurangi dampak ekonomi.

Pemerintah Indonesia saat ini telah merencanakan beberapa kebijakan ekonomi dan diplomasi untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. (YM)