MANADO, Perspektif Kawanua – Beberapa hari ini harga minyak dunia merangkak naik setelah terjadinya konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Situasi semakin rumit berkaitan dengan ditutupnya oleh Iran jalur pengiriman minyak Selat Hormuz, salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Walaupun perkiraan harga tersebut naik dan turun atau fluktuatif tapi membuat sejumlah negara, termasuk Indonesia, mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak ekonomi seperti potensi kenaikan harga bahan bakar dan lainnya.

Para pengamat ekonomi menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas energi dan ekonomi nasional jika gejolak harga minyak akan terus berlanjut.